Indonesia(ku) Supermarket Bencana
Geli rasanya membaca media elektronik dan cetak di Indonesia akhir-akhir ini. Kekerasan di masyarakat sudah mulai meningkat rupanya. Entah dari Ormas-ormas yang mengatas nama kan agama mayoritas di negara ini, bentrok antar warga, pengrusakan fasilitas umum oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab dan masih banyak lagi.
Ngomong-ngomong tentang fasisme, sepertinya negara ini semakin menuju ke arah sana. Politik kotor di meja Dewan, organisasi-organisasi keparat yang semakin meraja lela, kekerasan atas nama suku atau agama tertentu, apa itu bukan jalan menuju fasisme? Kepala Negara pun terkesan hanya diam dan menebar omong kosong di pidato kenegaraan nya, tanpa ada perubahan signifikan satu pun di negara ini.
Tentang kerusuhan di Yogyakarta kemaren(9 Mei 2012), cukup aneh menurut saya. 6 tahun di kota ini, seperti mustahil terjadi kerusuhan seperti ini. Saya cukup mengerti masyarakat Yogya itu bagaimana, jauh berbeda dengan ibukota yang memang masyarakatnya lebih individualis dan cenderung keras karena kehidupan disana yang memang keras. Dalam semalam terjadi bentrokan, apa itu tidak cukup aneh? Kerusuhan yang kabarnya akibat salah paham teman-teman dari Indonesia Timur dan warga setempat, yang diawali dengan minuman keras. Hey.. itu terdengar sangat bodoh menurut saya. Kalian ke Yogya untuk belajar, bukan membuat rusuh kan teman? Untuk warga sendiri, apa kalian sudah ingin menjadi seperti ibukota, yang hampir tiap malam terjadi bentrokan disana?
Menyikapi minuman keras, daerah kampus saya(babarsari) memang daerah pendidikan, diapit beberapa kampus besar dan tentunya banyak pendatang yang indekost disana. Saya juga penikmat minuman keras, dimasa masih menikmati masa muda saya yang hidup tanpa beban. Saya sering membeli minuman keras di babarsari, di warung x. Sebut saja begitu. Halo pak polisi, apa kerja anda selama ini? para pedagang itu bisa melenggang bebas, tanpa tersentuh hukum karena yah.. memang di malam2 tertentu mereka ngasi stok barang buat oknum-oknum polisi yang lagaknya lagi patroli dan sweeping miras. Nah, kalo sudah terjadi bentrokan antar etnis gara-gara minuman keras begini, siapa yang salah?
Dari awal saya memang sudah engga suka sama yang namanya ormas. Apapun itu, kenapa juga pemerintah bisa melegalkan terbentuknya organisasi yang seperti ini? Sepengetahuan saya, ga ada 1 pun ormas yang ngasih nilai positif di negara ini, semua nya punya motif politik dan motif pribadi di setiap aksinya.
Pemerintah dan aparatur negara tidak tegas, warga negara sendiri mulai berbuat seenaknya, banyak organisasi-organisasi terselubung yang bertumbuh bebas, welcome home facist!
